Ahlan wasahlan



Assalamu'alaikum...Mari Kembali Munuju Ridho Allah....


Mukaddimah

Bismillah walhamdulillah, wassholatu wassalamu 'ala Rasulillah wa 'ala alihi washohbihi waman walah....
Sahabatku, hatimu adalah cermin yang kotor. bersihkanlah debu yang melekatinya karena hati ditakdirkan untuk memantulkan cahaya hakikat Ilahi.
Wallahua'lam.....



| Home | | Tutorial | | Download Galery | | Wallpaper Gallery | | Gudang mp3 | | Informasi |

Sabtu, 13 Februari 2010

Cinta

Cinta kepada Allah merupakan puncak dari segala tingkatan (maqam) mistik. Setelah maqam cinta, tidak ada lagi maqam lain yang menandinginya.kalaupun ada, maqam itu hanya menjadi salah satu buah dari cinta, seperti kerinduan (syawq), keintiman spiritual (uns), kerelaan (ridha), dan maqam lain yang sejenis. sebelum cinta juga tidak ada maqam yang lain. kalaupun ada pasti menjadi saah satu pengantarnya saja, seberti taubat, sabar, zuhud, dan yang lain. Walaupun maqam-maqam  itu sering kita temukan, namun hati mesti percaya bahwa hal itu mungkin saja ada.
Sayang hanya sedikit yang memercayai cinta kepada Allah, bahkan, sebagian ahli mengingkari kemungkinan keberadaannya. Dalam pandangan mereka, cinta kepada Allah tak lain adalah upaya sungguh-sungguh dan terus menerus untuk taat kepada-Nya, mereka lupa, cinta yang hakiki mustahil terjadi tanpa bentuk dan peragaan.
(قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (ال عمران : ٣١)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
"wahai cinta, cinta teramat suci, kemarilah, sekarang juga. Jadilah segala-gala dunia melebur kedalam cahaya tanpa nodamu selamanya. Daun-daun mungil yang terbakar bersamamu lebih terang daripada bintang beku. jadikan aku sahayamu, napasmu, dan intisarimu"(Jalal al-Din Rumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar